Panduan sistem cek interaksi obat otomatis pada saat penulisan resep, tingkat keparahan interaksi, peringatan alergi pasien, dan mekanisme override oleh dokter.
Saat dokter menambahkan obat ke dalam resep, sistem secara otomatis memeriksa interaksi antar obat yang diresepkan maupun dengan obat yang sedang dikonsumsi pasien.
| Level | Warna | Keterangan | Aksi |
|---|---|---|---|
| Minor | Abu-abu | Interaksi ringan, efek klinis minimal | Informasi saja, resep dapat dilanjutkan |
| Moderate | Kuning | Interaksi sedang, perlu monitoring | Peringatan muncul, dokter harus konfirmasi |
| Major | Merah | Interaksi serius, potensi berbahaya | Peringatan keras, dokter harus input alasan override |
| Kontraindikasi | Merah Gelap | Kombinasi dilarang, mengancam jiwa | Resep diblokir, hanya supervisor dapat override |
Data alergi pasien yang tercatat di profil pasien akan diperiksa secara otomatis saat penulisan resep.
Jika pasien tercatat alergi terhadap obat tertentu (misal: Penisilin), sistem akan langsung menampilkan peringatan merah saat obat tersebut ditambahkan ke resep.
Sistem juga memeriksa silang golongan obat. Contoh: pasien alergi Penisilin akan mendapat peringatan saat diresepkan Amoxicillin (golongan beta-laktam).
Peringatan menampilkan riwayat reaksi alergi sebelumnya (urtikaria, anafilaksis, dll) untuk membantu dokter mengambil keputusan.
Peringatan muncul sebagai banner berwarna di atas form resep segera setelah obat dipilih.
Untuk interaksi level Moderate dan Major, dokter dapat melakukan override dengan menginput alasan klinis. Alasan tercatat di audit log.
Untuk level Kontraindikasi, diperlukan persetujuan supervisor atau kepala SMF. Sistem mengirim notifikasi ke supervisor untuk approval.