Panduan sistem e-resep dengan kode QR pada setiap resep, scanner QR di farmasi, pencegahan dispensing duplikat, dan integrasi barcode gelang pasien.
Setiap resep elektronik yang dibuat oleh dokter secara otomatis dilengkapi kode QR unik. Kode QR ini berisi informasi terenkripsi tentang resep dan digunakan untuk verifikasi di farmasi.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| ID Resep | Nomor unik resep elektronik |
| ID Encounter | Referensi ke kunjungan pasien |
| ID Pasien | Identitas pasien penerima resep |
| Dokter | Nama dan SIP dokter penulis resep |
| Checksum | Hash untuk validasi keaslian resep |
Petugas farmasi menggunakan scanner QR untuk memproses resep secara cepat dan akurat.
Sistem mencegah dispensing ganda untuk resep yang sama, menghindari kesalahan pemberian obat.
Saat QR resep di-scan untuk kedua kalinya, sistem menampilkan peringatan: "Resep ini sudah didispensing pada [tanggal] pukul [jam] oleh [petugas]." Dispensing ulang diblokir.
Jika memang diperlukan dispensing ulang (misal: obat jatuh/rusak), supervisor farmasi dapat melakukan override dengan alasan. Tercatat di audit log.
Setiap resep memiliki status: Menunggu → Diproses → Selesai. Resep yang sudah Selesai tidak dapat didispensing ulang.
Sebelum menyerahkan obat, petugas farmasi memindai barcode gelang pasien untuk memastikan obat diberikan kepada pasien yang benar.
| Langkah | Aksi | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Scan barcode gelang pasien | Sistem menampilkan data pasien (nama, tanggal lahir, MR) |
| 2 | Sistem cocokkan dengan resep | Cocok atau Tidak Cocok |
| 3 | Jika cocok, serahkan obat | Dispensing dicatat dan resep ditandai selesai |