eOffice — Workflow

Workflow

Atur dan kelola alur persetujuan multi-level untuk dokumen, surat, dan proses bisnis.

Konsep Workflow

Workflow adalah alur kerja otomatis yang mengatur bagaimana dokumen, surat, atau proses bisnis berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Dengan workflow, setiap dokumen akan melalui proses persetujuan yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

Persetujuan Multi-Level

Dokumen dapat melewati beberapa tingkat persetujuan secara berurutan. Setiap level memiliki approver yang berbeda sesuai hierarki organisasi.

Sequential & Parallel

Alur sequential mengharuskan persetujuan berurutan dari level ke level. Alur parallel memungkinkan beberapa approver menyetujui secara bersamaan.

Eskalasi Otomatis

Jika approver tidak merespons dalam batas waktu yang ditentukan, sistem akan secara otomatis mengeskalasi ke atasan atau approver pengganti.

Diagram Alur Workflow Persetujuan

Pengajuan
→
L1
Atasan Langsung
→
L2
Kepala Bagian
→
L3
Direktur
→
Disetujui

Setiap level dapat menyetujui, menolak, atau meminta revisi. Jika ditolak, dokumen kembali ke pengaju.

Daftar Workflow

Halaman daftar workflow menampilkan semua workflow yang telah dikonfigurasi. Administrator dapat membuat workflow baru, mengedit, atau menonaktifkan workflow yang ada.

eoffice/workflow

Workflow

Buat Workflow Baru
Nama Jenis Jumlah Langkah Dibuat Oleh Status Aksi
Persetujuan Surat Keluar letter_approval 3 level Admin Utama Aktif
Edit Nonaktifkan
Persetujuan SPPD Dinas Luar sppd 2 level Admin Utama Aktif
Edit Nonaktifkan
Klaim Pengeluaran Operasional expense 4 level Manajer Keuangan Nonaktif
Edit Aktifkan
Menampilkan 1-3 dari 3 workflow
Sebelumnya 1 Selanjutnya

Membuat Workflow Baru

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat workflow persetujuan baru di sistem eOffice.

Tentukan Nama dan Deskripsi

Berikan nama yang jelas dan deskripsi singkat untuk workflow. Nama harus mencerminkan tujuan workflow, misalnya "Persetujuan Surat Keluar Resmi" atau "Approval SPPD Luar Kota". Deskripsi membantu pengguna lain memahami kapan workflow ini digunakan.

Pilih Jenis Workflow

Pilih jenis workflow sesuai kebutuhan: Persetujuan Surat (letter_approval), SPPD (sppd), Pengeluaran (expense), atau Kustom (custom). Jenis workflow menentukan formulir dan data apa saja yang terlibat dalam proses persetujuan.

Atur Level Persetujuan (Multi-Level)

Aktifkan opsi multi-level jika dokumen memerlukan lebih dari satu tingkat persetujuan. Tentukan jumlah level yang diperlukan sesuai kebijakan organisasi. Setiap level mewakili satu tahap dalam proses persetujuan.

Tentukan Approver per Level

Untuk setiap level, pilih siapa yang berwenang menyetujui. Approver dapat berupa role tertentu (misalnya Kepala Bagian) atau pengguna spesifik. Anda juga dapat mengatur timeout dan eskalasi untuk setiap level.

Aktifkan Workflow

Setelah semua konfigurasi selesai, aktifkan workflow agar dapat digunakan. Workflow yang baru dibuat dalam status nonaktif secara default. Pastikan untuk menguji workflow sebelum mengaktifkannya untuk produksi.

Formulir Workflow

Berikut adalah tampilan formulir untuk membuat atau mengedit workflow. Setiap field memiliki fungsi spesifik dalam konfigurasi alur persetujuan.

eoffice/workflow/create

Buat Workflow Baru

Informasi Dasar

Konfigurasi Multi-Level

Aktif

Level 1 - Langkah Pertama

Wajib
Tidak

Level 2 - Langkah Kedua

Wajib
Tidak

Level 3 - Langkah Terakhir

Opsional
Ya

Status Workflow

Nonaktif (aktifkan setelah konfigurasi selesai)
Batal Simpan

Penjelasan Field Formulir

Field Wajib Keterangan
Nama Workflow Ya Nama unik untuk identifikasi workflow. Contoh: "Persetujuan Surat Keluar Resmi".
Deskripsi Tidak Penjelasan singkat tentang tujuan dan cakupan workflow ini.
Jenis Workflow Ya Kategori workflow: letter_approval, sppd, expense, atau custom.
Multi-Level Tidak Toggle untuk mengaktifkan persetujuan berjenjang. Jika nonaktif, hanya 1 level persetujuan.
Jumlah Level Ya Jumlah tingkat persetujuan yang diperlukan (minimal 1, maksimal 10).
Nama Langkah Ya Label untuk setiap langkah persetujuan. Contoh: "Verifikasi Kepala Bagian".
Approver Ya Role atau pengguna spesifik yang bertugas menyetujui pada level tersebut.
Aksi yang Diperlukan Tidak Jenis aksi yang tersedia: Setujui/Tolak, Setujui/Tolak/Revisi, atau kustom.
Opsional Tidak Jika diaktifkan, langkah ini dapat dilewati dan tidak menghambat alur.
Timeout (jam) Tidak Batas waktu dalam jam sebelum eskalasi otomatis dipicu. Kosongkan jika tanpa batas.
Eskalasi ke Tidak Pengguna atau role pengganti jika approver utama tidak merespons dalam batas waktu.
Status Tidak Toggle aktif/nonaktif. Workflow baru default nonaktif hingga diaktifkan secara manual.

Jenis Workflow

Sistem eOffice menyediakan empat jenis workflow yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis organisasi Anda.

Persetujuan Surat

letter_approval

Digunakan untuk proses persetujuan surat keluar, memo internal, dan dokumen resmi lainnya. Workflow ini mengintegrasikan penomoran otomatis surat dan tanda tangan digital. Cocok untuk surat yang memerlukan verifikasi dari atasan sebelum dikirimkan ke pihak eksternal.

Surat Keluar Memo Internal Surat Keputusan

SPPD

sppd

Khusus untuk Surat Perintah Perjalanan Dinas. Workflow SPPD mencakup persetujuan perintah perjalanan, estimasi biaya, dan laporan pertanggungjawaban. Proses ini biasanya melibatkan atasan langsung, bagian keuangan, dan pejabat yang berwenang menerbitkan SPPD.

Perjalanan Dinas Estimasi Biaya Pertanggungjawaban

Pengeluaran

expense

Untuk proses persetujuan klaim pengeluaran dan reimburse. Workflow ini biasanya memiliki lebih banyak level karena melibatkan verifikasi bukti pengeluaran, persetujuan atasan, dan otorisasi bagian keuangan. Mendukung batas nilai untuk eskalasi otomatis ke level yang lebih tinggi.

Klaim Biaya Reimburse Petty Cash

Kustom

custom

Jenis workflow fleksibel yang dapat dikonfigurasi sepenuhnya sesuai kebutuhan organisasi. Gunakan jenis ini untuk proses bisnis yang tidak termasuk dalam kategori bawaan seperti persetujuan cuti, permintaan pengadaan barang, atau proses internal lainnya yang memerlukan alur persetujuan khusus.

Persetujuan Cuti Pengadaan Proses Internal

Mengelola Langkah Workflow

Setelah workflow dibuat, Anda dapat menambah, mengedit, mengubah urutan, atau menghapus langkah-langkah di dalamnya.

Menambah Langkah Baru

Buka halaman edit workflow, lalu klik tombol "Tambah Langkah" di bagian bawah daftar langkah. Isi informasi yang diperlukan termasuk nama langkah, approver, dan pengaturan timeout. Langkah baru akan ditambahkan di posisi terakhir secara default. Anda dapat mengubah urutannya dengan fitur drag-and-drop.

Mengedit Langkah

Klik ikon "Edit" pada langkah yang ingin diubah. Anda dapat memperbarui nama langkah, mengganti approver, mengubah aksi yang diperlukan, mengatur ulang timeout, atau mengonfigurasi eskalasi. Perubahan akan berlaku untuk semua dokumen baru yang memasuki workflow setelah perubahan disimpan.

Mengubah Urutan Langkah

Gunakan fitur drag-and-drop untuk mengubah urutan langkah persetujuan. Klik dan tahan ikon grip di sisi kiri setiap langkah, lalu geser ke posisi yang diinginkan. Pastikan urutan sesuai dengan hierarki persetujuan organisasi Anda. Perubahan urutan disimpan secara otomatis.

Menghapus Langkah

Klik ikon "Hapus" pada langkah yang ingin dihapus, lalu konfirmasi penghapusan. Perhatikan bahwa langkah yang sudah digunakan dalam workflow aktif tidak dapat dihapus secara langsung. Anda perlu menonaktifkan workflow terlebih dahulu atau menandai langkah sebagai opsional.

Perhatian
Perubahan pada langkah workflow hanya berlaku untuk dokumen baru. Dokumen yang sedang dalam proses persetujuan akan tetap mengikuti konfigurasi workflow saat dokumen tersebut diajukan.

Toggle Status Workflow

Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan workflow kapan saja tanpa menghapus konfigurasinya.

Workflow Aktif
  • Dapat digunakan untuk dokumen baru
  • Muncul di daftar pilihan workflow
  • Proses persetujuan berjalan normal
  • Notifikasi dikirim ke approver
Workflow Nonaktif
  • Tidak dapat digunakan untuk dokumen baru
  • Tidak muncul di daftar pilihan
  • Dokumen yang sedang diproses tetap berjalan
  • Konfigurasi tetap tersimpan

Untuk mengubah status workflow, navigasikan ke halaman daftar workflow, lalu klik tombol "Aktifkan" atau "Nonaktifkan" pada kolom Aksi. Anda juga dapat mengubah status melalui halaman edit workflow dengan toggle Status di bagian bawah formulir.

Kapan Menonaktifkan Workflow?
Nonaktifkan workflow saat Anda ingin melakukan perubahan besar pada konfigurasi, saat workflow sudah tidak relevan dengan proses bisnis, atau saat sedang dalam tahap pengujian sebelum peluncuran. Menonaktifkan lebih aman daripada menghapus karena konfigurasi tetap tersimpan.

Tips Penggunaan

Mulai dengan Workflow Sederhana
Jika baru memulai, buat workflow dengan 2-3 level persetujuan terlebih dahulu. Anda dapat menambahkan level tambahan setelah workflow berjalan dengan baik. Workflow yang terlalu kompleks di awal dapat memperlambat proses dan membingungkan pengguna.
Atur Timeout yang Realistis
Setiap level persetujuan sebaiknya memiliki timeout. Untuk dokumen rutin, timeout 24-48 jam sudah cukup. Untuk dokumen yang memerlukan pertimbangan lebih, atur timeout 72 jam atau lebih. Timeout yang terlalu pendek dapat menyebabkan eskalasi yang tidak perlu.
Gunakan Role daripada User Spesifik
Sebisa mungkin, tetapkan approver berdasarkan role (misalnya "Kepala Bagian") daripada pengguna spesifik. Hal ini memastikan workflow tetap berjalan meskipun ada pergantian personel. Gunakan pengguna spesifik hanya untuk posisi tertinggi atau kasus khusus.
Selalu Konfigurasi Eskalasi
Pastikan setiap level persetujuan memiliki jalur eskalasi yang jelas. Tanpa eskalasi, dokumen dapat tertahan di satu level jika approver tidak tersedia (cuti, resign, atau tidak responsif). Eskalasi memastikan proses tetap berjalan.
Uji Workflow Sebelum Produksi
Sebelum mengaktifkan workflow untuk penggunaan produksi, uji terlebih dahulu dengan dokumen percobaan. Pastikan semua level persetujuan berfungsi dengan benar, notifikasi terkirim, dan eskalasi berjalan sesuai konfigurasi. Workflow yang tidak diuji dapat menyebabkan dokumen tertahan atau proses terganggu.

© 2026 OnePlatform ERP. Panduan Pengguna v1.0